Selasa, 29 Maret 2016

PEMBELAJARAN DI DUNIA MAYA



PEMBELAJARAN DI DUNIA MAYA


Keberadaan  teknologi dalam dunia pendidikan mutlak diperlukan karena pembelajaran modern mensyaratkan perangkat ini mampu menjadikan proses pendidikan berjalan efektif dan efisien. Keberadaannya juga terbukti mampu mendongkrak peningkatan dalam hasil pendidikan. Sudah bukan saatnya lagi sibuk dengan metode konvensional yang identik dengan ceramah dan pemberian tugas yang membuat anak semakin bosan untuk belajar. Pembelajaran Multimedia punya kekuatan yang dahsyat dalam menyajkan pembelajaran yang  tak pernah membosankan.
Teknologi telah menjadikan kita meski menghilangkan batas-batas ruang.  Untuk beratatap muak dengan teman kita di tempat nun jauh tak perlu dating di tempat jauh dan ruang khusus. Seketika, kit dapat mewujudkan pertemuan itu lewat komunikasi menggunakan perangkat teknologi. Ini hanya ide kecil di tengah kemegahan eknologi itu, sangat mugkin pertemuan fisik bisa diminimalisisr dengan pertemuan di dunia maya.
Bukankah tidak mustahil jika kelas kita adalah kelas yang diselenggarakan di dunia maya. Bukankah pembelajarn juga bis dilakukan dengan cara-cara itu yaitu penggunaaan tekologi teleconference. Sangat mungkin itu terjadi. Poin yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini adalah bahwa teknologi adalah sebuah keniscayaan. Ada jalur-jalur yang memang akan terpangkas akibat perkembangan teknologi itu.
Contoh simple dahulu kita belajar maih menggunakan kapur tulis, saat ini tak perlu dilakukan dengan kapur itu sebab telah ada spidol ddan whiteboardnya. White board juga menjadi tidak perlu tidak efektif lagi sebab sudah ada laptop yang mampu menggantikan aktifitas tulis guru di papan tulis.
Ide saya ini mungkin akandinilai sangat nyleneh terkait dnegan kemampuan anak kita untuk mengadakan Notebook atau laptop pribadi. Jika anak-anak kita tak mampu mengadakan laptop secara pribadi, walau saat ini sesungguhnya harag sebuah laptop sudah sangat terjangkau.jadi tak ada lasan lagi kesulitan untuk mengadakannya.. apalagi pemerintah memberikan bantuan secara pendanaan untuk pembiayaan pendidikan.
Kalau teknologi laptop itu tak mampu kita adakan, bukankah tiap anak bisa menggunakan HP-nya untuk membuka materi di Google yang setiap mereka mampu mengaksesnya. Sampai disini pertanyaan yangmuncul adalah apa betul anak akan menggunakan HP itu untuk pembelajaran? Kita semua khawatir menang terhadap hal ini, tapi sudah semestinya kita memanfaatkan teknologi itu untuk memmaksimalkan proses pembelajaran. Metode lain yang bisa digunakan adalah melakukan pengawasan secara terstruktur artinya membuat prosedur dan aturan belajar yang jelas saat pembelajaran menggunakan HP.
BUkan waktunya anak harus beli buku jika di Google telah tersedia sebegit banyak materi. Bukankah setiap HP yang anak-anak kita mampu mengakses Google sebagai slah satu mesin pencari, dan disana dataay atau materi jauh lebh lengkap di banding buku yang kita paksakan kepada anak kita untuk membelinya.
Spiritnya sama, yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran. Saat seorang guru harus menjelaskan materi yang demikian panjang atau luas, kemudaian memberikan contoh dengan kita menggambarkan lewat kata-kata, tentu ini akan menyita waktu. Karenanya perangkat teknologi ini berperan dalam menyederhanakan pesan.  Era teknologi yang canggih, makin hari lahir invasi inovasi baru dalam bidang teknologi yang menjadikan manusia makin mudah memenuhi kebutuhannya karena lebih cepat, lebih instan. Hal yang sama terjadi daam proses pembelajaran. Dunia pendidikan jangan tinggal diam. Pendidikan juga harus berlari kencang untuk menyembut dan menggandeng perkembangan teknologi sebagai sara mendukung proses pembentukan generasi yang berkualitas. Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan percepatan dan kelemahan atau kekuarangan yang diingini sebuah solusi dalam beragam masalah pendidikan atau pembelajaran.
Variasi dalam tulisan yang tidak monoton dengan penyisipan gambar yang terkait dengan materi. Dibutuhkan kreatifitas dan kemauan guru yang kuat untuk menyajikan penampilan terbaik dalam menyajikam materi dengan komputer.
Persoalan yang masih lazim dan menimpa sebagian besar guru kita adalah belum menguasai program dan aplikasi komputer. Ini mungkin ada pada generasi guru lama yang belum menjadikan komputersebagai alat pembelajara. Kni era lulusan tahun 1999 kesini adalah generasi yang sudah sangat familiar dengan perangkat komputer sebagai media utama proses pembelajaran. Adapun guru yang belum mahairatau belum menguasai komputer harus tetap dimotivasidan janan dilemahkan smangatnya untu ktetap belajar bagaimana dalapt menjalankan program komputer sebagai medai pembelajaran.
          Sedikit model dan teknik penyajian Power Point. Untuk membuat power point saja, masih banyak dari guru kita yang belum menguasai dengan baik.umumnya hanya mampu menghasilkan point-point yang sangat sederhana apalagi memenuhi prinsip-prinsip yang sepuluh diatas. Kendala yang umumnya terjadi adalah adanya sebagaian guru yang belum memiliki perlengkapan multimedia ini seperti komputer ataupun laptop. Yang terakhir umumnya sudah dapat dipenuhi sehingga dalam hal ini guru saat ini sedang dalam prses belajar dan pembenahan akan ilmuilmu membuat slide dengan power point dan ada juga yang baru belajar sama sekali.S
Lay out yang terpenting  dalam penyajian pembelajaran ini. Memang model pembelajaran ini butuh waktu, butuh kreatifitas. Tapi hasil yang akan kita dapatkan dalam merancang dan meyusun pembelajaran ini jauh akan lebih baik dan memuaskan ketimbang cercaan dan hinaan ataupun kecewa yang kita dapatkan hanya karena pengelolaan kelas yang “asal-asalan”. Memaksakan diri dengan ceramah tidak menjadi efektif sebab kebosanan itu menjadi buah yang langsung dapat dipetik.
Tapi ada saat dimana ceramah menjadi efektif sebab situasinya membutuhkan ceramah. Saat kelas sedang membutuhkan ceramah, maka guru memang semestinya menggunakan ceramah. Misalnya dalam kuliah umum untuk tujuan penjelasan-penjelasan teknis seperti penjelasan umum, teknis ujian dan lain sebagainya.  
Prinsip pembelajaran Multimedia[1], terdapat beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan. Saya kira ini penting agar siswa tidak bosan dengan ceramah. Prinsip-prinsip itu antara lain:  Diusahakan ada visualisasi, Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan, orang belajar lebih baik ketika kat adan gambar terkait disajikan secara simulthan dibandingkan apabiladisajikan bergantian atau setelahnya, orang belajar lebih baik ketika kata, gambar, suara vidio animasi, yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan, orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video dari pada dari animasi plus teks pada layar.
Prinsip yang lain seperti, orang belajar lebih baik dari tek s atau kata-kata yang bersifat komunikatif (konvensional) dari pada kalimat yang lebih bersifat formal. Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya(manipulatif) simulasi dan game, branching). Orang belajar lebih baik ketika kata-kata diikuti dengan cue, hight light, penekanan yang relevan terhaap apa yang disajikan. Penebalan pada tulisan di power point. Prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi
PembeLajaran Suatu hari bisa saja akan muncul sebagai konsep pembelajaran tanpa kelas klasikal. Sebab  bissa jadi kelas itu hanya berupa komunikasi online (tele-converence) yang dihadiri oleh mahasiswa atai siswa dari rumahnya masing-masing. Tentu dengan tidak menghilangkan esensi adanya kelas.dan juga esensi pembelajaran, peran guru dan tujuan dari pendidikan itu sendiri.
Pada titik dimana seorang murid harus taat pada gurunya, saya sepakat. Tapi pada konteks, mengharuskan siswa mengerjakan LKS hingga selesai. Kemudian merangkum materi pelajaran, itu bukan lagi zamannya. Dalam konteks pembelajaran Multimedia, seorang guru seemstinya menyadrai bahwa suber belajar itu bukan semata LKS atau buku paket. Bahkan kenyataannya jika membatasi pada sumber itu jelas sangat terbatas. Maka dunia Global dengan Internet memberi ruang yang seluas-luasnya untuk memburu materi di situs yang ada di Internet.
Pertanyaaan yang sering muncul, anak-anak kita atau secara ekonomi keluarga Indonesia belum sanggup mengadakan laptop dsb. Jelas ini pertanyaan klasik yang sesungguhnya bangsa Ini sudah sangat mampu untuk mengadakannya. Beli HP seharga 3 juta aja mampu mengapa untuk sekedar memenuhi kebutuhan pembelajaran tidak bisa, jelas ini tidak masuk akal. Karenanya pembelajaran di kelas dengan Laptop itu bisa menjadi menjadi wajib. Sebab pembelajaran dengan laptp saya kira tidak membutuhkan buku paket. Tidak memerlukan buku catatan.
Bagaiman dengan anak-anak yang main Game,, guru atau sekolah dengan sistemnya harus mampu menjamin control yang ketat terhadap hal ini. Ini yang saya maksudkan sebagai pergeseran. Tugas guru bukan lagi megecek catatan buku anak tapi mengecek laptopnya. Ketika di kelas, usahakan ruang dibuat sedemikian rupa sehingga, bagi anak-anak yang main game akan terdeteksi system local area network juga bisa dipakai untuk mendeteksi apakah computer yang dipakai untuk pembelajaran atau untuk keperluan lain seperti main game atau yang lain. Dan system teknologi computer berikut softwarenya sudah sangatt memadai untuk hal itu. Korea telah memberikan sumbangan pendidikan bagi beberapa sekolah di Indonesia untuk menyiapkan perangkat Multimedia dengan perangkat terbaru dalam teknologi computer. Sehingga pada akhirnya penggunaan teknologi adalah sebuah keharusan dalam proses pembelajaran


[1] Pendapat John Meyer. Hasil In House Training di MAN 21 Jakarta yang diselenggarakan oleh PSDM MAN 21 Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar