PEMBELAJARAN DI DUNIA MAYA
Keberadaan teknologi
dalam dunia pendidikan mutlak diperlukan karena pembelajaran modern
mensyaratkan perangkat ini mampu menjadikan proses pendidikan berjalan efektif
dan efisien. Keberadaannya juga terbukti mampu mendongkrak peningkatan dalam hasil
pendidikan. Sudah bukan saatnya lagi sibuk dengan metode konvensional yang
identik dengan ceramah dan pemberian tugas yang membuat anak semakin bosan
untuk belajar. Pembelajaran Multimedia punya kekuatan yang dahsyat dalam menyajkan
pembelajaran yang tak pernah membosankan.
Teknologi
telah menjadikan kita meski menghilangkan batas-batas ruang. Untuk beratatap muak dengan teman kita di
tempat nun jauh tak perlu dating di tempat jauh dan ruang khusus. Seketika, kit
dapat mewujudkan pertemuan itu lewat komunikasi menggunakan perangkat
teknologi. Ini hanya ide kecil di tengah kemegahan eknologi itu, sangat mugkin
pertemuan fisik bisa diminimalisisr dengan pertemuan di dunia maya.
Bukankah
tidak mustahil jika kelas kita adalah kelas yang diselenggarakan di dunia maya.
Bukankah pembelajarn juga bis dilakukan dengan cara-cara itu yaitu penggunaaan
tekologi teleconference. Sangat mungkin itu terjadi. Poin yang ingin saya
sampaikan dalam tulisan ini adalah bahwa teknologi adalah sebuah keniscayaan.
Ada jalur-jalur yang memang akan terpangkas akibat perkembangan teknologi itu.
Contoh
simple dahulu kita belajar maih menggunakan kapur tulis, saat ini tak perlu
dilakukan dengan kapur itu sebab telah ada spidol ddan whiteboardnya. White
board juga menjadi tidak perlu tidak efektif lagi sebab sudah ada laptop yang
mampu menggantikan aktifitas tulis guru di papan tulis.
Ide
saya ini mungkin akandinilai sangat nyleneh terkait dnegan kemampuan anak kita
untuk mengadakan Notebook atau laptop pribadi. Jika anak-anak kita tak mampu
mengadakan laptop secara pribadi, walau saat ini sesungguhnya harag sebuah
laptop sudah sangat terjangkau.jadi tak ada lasan lagi kesulitan untuk
mengadakannya.. apalagi pemerintah memberikan bantuan secara pendanaan untuk
pembiayaan pendidikan.
Kalau
teknologi laptop itu tak mampu kita adakan, bukankah tiap anak bisa menggunakan
HP-nya untuk membuka materi di Google yang setiap mereka mampu mengaksesnya.
Sampai disini pertanyaan yangmuncul adalah apa betul anak akan menggunakan HP
itu untuk pembelajaran? Kita semua khawatir menang terhadap hal ini, tapi sudah
semestinya kita memanfaatkan teknologi itu untuk memmaksimalkan proses
pembelajaran. Metode lain yang bisa digunakan adalah melakukan pengawasan
secara terstruktur artinya membuat prosedur dan aturan belajar yang jelas saat
pembelajaran menggunakan HP.
BUkan
waktunya anak harus beli buku jika di Google telah tersedia sebegit banyak
materi. Bukankah setiap HP yang anak-anak kita mampu mengakses Google sebagai
slah satu mesin pencari, dan disana dataay atau materi jauh lebh lengkap di
banding buku yang kita paksakan kepada anak kita untuk membelinya.
Spiritnya sama, yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran.
Saat seorang guru harus menjelaskan materi yang demikian panjang atau luas,
kemudaian memberikan contoh dengan kita menggambarkan lewat kata-kata, tentu
ini akan menyita waktu. Karenanya perangkat teknologi ini berperan dalam menyederhanakan pesan. Era
teknologi yang canggih, makin hari lahir invasi inovasi baru dalam bidang
teknologi yang menjadikan manusia makin mudah memenuhi kebutuhannya karena
lebih cepat, lebih instan. Hal yang sama terjadi daam proses pembelajaran.
Dunia pendidikan jangan tinggal diam. Pendidikan juga harus berlari kencang
untuk menyembut dan menggandeng perkembangan teknologi sebagai sara mendukung
proses pembentukan generasi yang berkualitas. Setidaknya untuk memenuhi
kebutuhan percepatan dan kelemahan atau kekuarangan yang diingini sebuah solusi
dalam beragam masalah pendidikan atau pembelajaran.
Variasi dalam tulisan yang tidak monoton dengan
penyisipan gambar yang terkait dengan materi. Dibutuhkan kreatifitas dan
kemauan guru yang kuat untuk menyajikan penampilan terbaik dalam menyajikam
materi dengan komputer.
Persoalan yang masih lazim dan menimpa sebagian besar
guru kita adalah belum menguasai program dan aplikasi komputer. Ini mungkin ada
pada generasi guru lama yang belum menjadikan komputersebagai alat pembelajara.
Kni era lulusan tahun 1999 kesini adalah generasi yang sudah sangat familiar
dengan perangkat komputer sebagai media utama proses pembelajaran. Adapun guru
yang belum mahairatau belum menguasai komputer harus tetap dimotivasidan janan
dilemahkan smangatnya untu ktetap belajar bagaimana dalapt menjalankan program
komputer sebagai medai pembelajaran.
Sedikit model dan teknik
penyajian Power Point. Untuk membuat power point saja, masih banyak dari guru
kita yang belum menguasai dengan baik.umumnya hanya mampu menghasilkan
point-point yang sangat sederhana apalagi memenuhi prinsip-prinsip yang sepuluh
diatas. Kendala yang umumnya terjadi adalah adanya sebagaian guru yang belum
memiliki perlengkapan multimedia ini seperti komputer ataupun laptop. Yang
terakhir umumnya sudah dapat dipenuhi sehingga dalam hal ini guru saat ini
sedang dalam prses belajar dan pembenahan akan ilmuilmu membuat slide dengan
power point dan ada juga yang baru belajar sama sekali.S
Lay out yang terpenting
dalam penyajian pembelajaran ini. Memang model pembelajaran ini butuh waktu, butuh kreatifitas. Tapi hasil yang akan kita
dapatkan dalam merancang dan meyusun pembelajaran ini jauh akan lebih baik dan
memuaskan ketimbang cercaan dan hinaan ataupun kecewa yang kita dapatkan hanya
karena pengelolaan kelas yang “asal-asalan”. Memaksakan diri dengan ceramah
tidak menjadi efektif sebab kebosanan itu menjadi buah yang langsung dapat
dipetik.
Tapi ada saat dimana ceramah menjadi efektif sebab
situasinya membutuhkan ceramah. Saat kelas sedang membutuhkan ceramah, maka
guru memang semestinya menggunakan ceramah. Misalnya dalam kuliah umum untuk
tujuan penjelasan-penjelasan teknis seperti penjelasan umum, teknis ujian dan
lain sebagainya.
Prinsip pembelajaran Multimedia[1], terdapat beberapa prinsip dasar yang perlu
diperhatikan. Saya kira ini penting agar siswa tidak bosan dengan ceramah.
Prinsip-prinsip itu antara lain: Diusahakan
ada visualisasi, Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait
disandingkan berdekatan, orang belajar lebih baik ketika kat adan gambar terkait
disajikan secara simulthan dibandingkan apabiladisajikan bergantian atau
setelahnya, orang belajar lebih baik ketika kata, gambar, suara vidio animasi,
yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan, orang belajar lebih baik
dari animasi dan narasi termasuk video dari pada dari animasi plus teks pada
layar.
Prinsip yang lain seperti, orang belajar lebih baik dari
tek s atau kata-kata yang bersifat komunikatif (konvensional) dari pada kalimat yang lebih bersifat formal. Orang
belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang
dipelajarinya(manipulatif) simulasi
dan game, branching). Orang belajar lebih baik ketika kata-kata diikuti dengan
cue, hight light, penekanan yang relevan terhaap apa yang disajikan. Penebalan
pada tulisan di power point. Prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang
memiliki modalitas visual tinggi
PembeLajaran Suatu hari bisa saja akan muncul sebagai
konsep pembelajaran tanpa kelas klasikal. Sebab
bissa jadi kelas itu hanya berupa komunikasi online (tele-converence) yang dihadiri oleh
mahasiswa atai siswa dari rumahnya masing-masing. Tentu dengan tidak
menghilangkan esensi adanya kelas.dan juga esensi pembelajaran, peran guru dan
tujuan dari pendidikan itu sendiri.
Pada titik dimana seorang murid harus taat pada gurunya,
saya sepakat. Tapi pada konteks, mengharuskan siswa mengerjakan LKS hingga
selesai. Kemudian merangkum materi pelajaran, itu bukan lagi zamannya. Dalam
konteks pembelajaran Multimedia, seorang guru seemstinya menyadrai bahwa suber
belajar itu bukan semata LKS atau buku paket. Bahkan kenyataannya jika
membatasi pada sumber itu jelas sangat terbatas. Maka dunia Global dengan
Internet
memberi ruang yang seluas-luasnya untuk memburu materi di
situs yang ada di Internet.
Pertanyaaan yang sering muncul, anak-anak kita atau
secara ekonomi keluarga Indonesia belum sanggup mengadakan laptop dsb. Jelas
ini pertanyaan klasik yang sesungguhnya bangsa Ini sudah sangat mampu untuk
mengadakannya. Beli HP seharga 3 juta aja mampu mengapa untuk sekedar memenuhi
kebutuhan pembelajaran tidak bisa, jelas ini tidak masuk akal. Karenanya
pembelajaran di kelas dengan Laptop itu bisa menjadi menjadi wajib. Sebab
pembelajaran dengan laptp saya kira tidak membutuhkan buku paket. Tidak
memerlukan buku catatan.
Bagaiman dengan anak-anak yang main Game,, guru
atau sekolah dengan sistemnya harus mampu menjamin control yang ketat terhadap
hal ini. Ini yang saya maksudkan sebagai pergeseran. Tugas guru bukan lagi
megecek catatan buku anak tapi mengecek laptopnya. Ketika di kelas, usahakan
ruang dibuat sedemikian rupa sehingga, bagi anak-anak yang main game akan
terdeteksi system local area network juga bisa dipakai untuk mendeteksi apakah
computer yang dipakai untuk pembelajaran atau untuk keperluan lain seperti main
game atau yang lain. Dan system teknologi computer berikut softwarenya sudah
sangatt memadai untuk hal itu. Korea telah memberikan sumbangan pendidikan bagi
beberapa sekolah di Indonesia untuk menyiapkan perangkat Multimedia dengan
perangkat terbaru dalam teknologi computer. Sehingga pada akhirnya penggunaan
teknologi adalah sebuah keharusan dalam proses pembelajaran
[1] Pendapat John Meyer. Hasil In House Training di MAN 21 Jakarta yang diselenggarakan oleh
PSDM MAN 21 Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar