Selasa, 29 Maret 2016

SENANDUNG (LAGU) KEPRIHATINAN



SENANDUNG (LAGU) KEPRIHATINAN


Senandung lagu berjudul “Hamil Tiga Bulan” yang dibawakan oleh Tuty Wibowo, adalah lagu dangdut yang sering kita dengar di ruang-ruang dengar kita, di rumah ataupun terdengar di jalan-jalan. Kesan pertama, tentu asyik, menghibur dan lucu mungkin di pendengaran sebagaian orang. Tanpa sadar kita telah disajikan satu pembelajaran yang masuk dalam ruang dengar kita itu dan kemudian masuk dalam pikir kita dan anak kita.  Setiap hari mendengar lagu itu sangat asyik dengan beat dangdut yang syahdu mendayu. Tak ada sedikitpun pesan pendidikan disana. Yang terjadi justru kampanye kebebasan seks terselubung. Ada penanaman nilai negatif dalam diri anak-anak kita bahwa hubungan pra nikah (free sex) sebagai hal yang biasa.
Nilai ini secara perlahan masuk dalam ruang kita hingga sang pelaku maksiat di negeri ini malah menjadi raja yang terus disanjung dan dieluelukan kehadirannya. Hingga ada diantara para pengidola yang mengatakan bahwa aura-nya sangat kuat. Dia adalah superstar yang sangat luar biasa. Sungguh ini sangat memprihatinkan. Lalu apa artinya kita mendidik mereka, anak-anak kita selama initentang mana yang bermoral dan mana yang tidak bermoral? Itu karena lingkungan dan alam hokum kita telah terwarnai bahwa hal semacam itu sudah wajar dan biasa. Apakah itu akan dibiarkan hingga batas yang paling menjijikan sebagaimana free Sex di barat.?
Ada juga lagu berjudul “Cinta Satu Malam” yang dinyanyikan Miranda, isinya memang sangat umum dan berusaha menghindar dari penilaian negatif, namun sesungguhnya ada pesan anti moral didalamnya. Ada pesan atau nuansa tentang pembiaran tanpa batas sebab tafsir lagu itu menurut penulis lebih menjurus pada hubungan seks bebas yang dilakukan oleh orang-orang yang belum atau tidak sah. Penulis yakin bahwa jika cinta satu malam itu apa, tentu jawabannya akan muncul dengan jawaban bahwa cintasatu malam itu adalah cinta bersama istri. Atau cinta satu malam itu, adalah pertemuan dengan seorang wanita di suatu malam. Dan karena itu lagu itu akan bebas dari tuduhan lagu negative. Karenanya saya berharap ini bisa menjadi wacana bersama agar insane music juga lebih punya tanggung jawab moral dalam membangun karya-karya yang sesuai norma dan nilai masyarakat Indonesia.
 Cinta satu Malam Oh Indahnya. Cinta satu Malam, Selalu Akan Slallu kukenang, Slama lamanya. Bisa dengan PSK, atau bukan pasangan sahnya. Ada cinta hanya terjadi satu malam dan akan dikenang selama-lamanya, tentu memiliki makna yang sangat mendalam.Penulis meyakini akan multitafsir, namun penulis juga merasa perlu mewaspadai pesan-pesan negative disana sebab bisa jadi cinta satu malam itu adalah hubungan mendalam seseorang yang terjadi dengan PSK. Atau hubungan itu terjadi dengan seseorang yang belum sah secara agama atau aturan social kita. Sesuatu yang akan selalu dikenang adalah sesuatu yang sangat mendalam. Dan sesuatuyang sangat mendalam adalah hal-hal yang sangat mendasar dalam diri seperti menyangkut seksualitas, jika seorang wanita terkait dengan keperawanan, jika seorang lelaki juga terkait dengan seksualitas yang sebagaian masih menganggap tabu hubungan di luar nikah.
Tak kalah, Lagu Rock yang kita bisa dengar pun tak terelak dari pesan-pesan yang mencederai rasa moral kita. Judul lagu “Rumah Kosong Tujuh” yang dibawakan satu grup rock besar negeri ini dengan sangat jelas meninggalkan pesan bahwa free seks sebagai satu hal yang boleh saat orang tua tidak ada di rumah. Maka pasangan kekasih boleh berbuat itu. Lagu Boomerang berjudul Isi “Dalam Rok-Mu” meninggalkan pesan yang sama. Sudah sebegitu tak jelaskah ukuran moral dan nilai di masyarakat kita? Di Amerika hal semacam ini memang dibebaskan atau dianggap bisa. Lihat saja dalam flm-film karya mereka yang nyata-nyata membawa pesan yang bertentangan dengan dasar moralitas kita.
Filem-filem barat nyaris tak pernah lupa dari menyajikan realitas-realitas free seks itu sebagai bumbu yang wajar untuk disisipkan dalam filem. Dan itu, filem-filem itu beredar bebas di pasaran kita. Anak-anak kita atau masyarakat kita pun demikian gampang untuk mendapatkannya, seiring pembajakan yang juga sangat terbuka alias tak ada sangsi bagi para pelanggarnya.
Ironis
Dalam fenomena ini, tidak ada tanggung jawab untuk sama-sama menjaga nilai moralitas. Pemerintah tutup mata, sebagaimana yang biasa dilakukannya atas praktek kejahatan semisal korupsi yang juga sering tutup mata. Di saat terpaan dekadensi moral yang mengkhawatirkan itu, di saat yang sama kita bangsa Ini justru malah menyumbang kerusakan moral ini. Alasan Komersial dimenangkan sebagai dalil bertahan dalam kehidupan yang berat. Kenyataan ini makin menguatkan betapa moralitas yang kita damba seperti “api jauh dari panggang”. Betapa perjuangan moral akan smakin berat. Betapa akan semakin marak kerusakan moralitas yang akan berdampak pada kerusakan di aspek yang lain.
Kontruksi sosial kita telah termakan pemikiran bahwa tidak zamannya lagi lagu Balada yang menyenandungkan kisah kehidupan sebagaimana yang ditulis atau dinyanyikan Ebiet G Ade atau Iwan Fals bertema kritik social atas kondisi negara. Kontruksi sosial hari ini lebih memilih tayangan lagu bisa memenuhi aspek market yang tujuannya untuk memenuhi kesenangan sesaat. Terlebih dengan murah meriahnya harga CD bajakan yang dijual di pinggir-pinggir jalan. Lagu-lagu Koplo terjual bebas di Masyarakat kita, lagu-lagu yang terjual laris namun sesungguhnya bukan kualitas music aapalagi isi yang terkandung dalam lagu sebab yang ingin dilihat adalahaksi panggung dari para pembawa lagu itu yang bergoyang “erotis”. Sehingga yang laku sesungguhnya adalah gaya penyanyi atau goyangan sang penyangyi lebih digemari seorang aki-aki di pinggir toko yang asyik memilih lagu-lagu Koplo. 
Tidak ada pesan moral dalam lagu-lagu yang sebagaian saya sebutkan diatas. Lagu Rhoma Irama yang dibangun diatas tema-tema ketuhanan pun berubah menjadi lagu komersiil yang hanya bernilai sekedar goyangan sang penyanyi yang nyaris telanjang di panggung-panggung hiburan di sudut kampong sana. Lihat saja cd-cd yang dijual murah di pinggir-pinggir jalan. Masih banyak lagu atau karya serupa bahkan lebih memprihatinakan ketimbang lagu-lagu tersebut.
Dalam hal ini kita tidak perlu menyalahkan siapapun kecuali pada diri sendiri. Kedua adalah sistem dan serbuan pemikiran yang sangat kuat di negeri ini. Ekspansi Budaya barat sangat besar berpengarudh di negeri ini. Di tngkat bawah inilah yang terjadi lagu-lagu Koplo di kalangan modernis kota betapa Ngedugem telah menjadi tradisi dan bagi yang jika tidak melakukanya akan dinilai ketinggalan zaman.
Ini memang pekerjaan berat. Kehidupan negara tak beranjak baik, yang terjadi malah sebaliknya kerusakan dan kebobrokan moral terjadi dimana-mana. Negara tak pernah sadar bahwa perlawanan sesungguhnya adalah pada kelompok anti moral yang nyata-nyata telah menggerus nilai luhur budaya sendiri. Betapa banyak anak-anak kita yang telah hamil di luar Nikah belum lagi kasus pengaborsian yang melanda anak bangsa ini. Di Cilacap ditemukan puluhan janin bayi dalam satu septitank. Ini bencana moralitas yang sangat luar bisa besar dan masif.
Adakah kaitanya dengan lagu-lagu ini dengan realitas kerusakan moral yang ada disekitar kita. Tentu saja ada sebab entitas sosial kita jalin berkelindan dan lagu itu setidaknya menggambarkan kontruksi sosial itu. Memang banyak faktor penyebab kerusakan moral tapi lagu atau kesenian meiliki peran startegis selain sebagai hiburan, lagu juga merupakan penyampai pesan yang sangat efektif jika lagu tidak puny tanggung jawqab pembangunan Moral maka akan sangat sulit upaya pembangunan Moralitas yang kita damba. Akan seperti apa sesungguhnya kontruksi moralitas kita.
Ini adalah kegelisahan kita (untuk tidak sekedar mengatakan ini hanya saya yang mengalami). Ini pekerjaan kita yaitu bagaimana membenahi moralitas yang memprihatinkan.  Lagu-lagu atau karya kita seemstinya diarahkan untuk hal yang positif, yaitu karya yang memicu penguatan moralitas, spiritualitas dan intelektualitas. 
Lagu ini sesungguhnya adalah proses pendidikan anti moral, yang sengaja disebarkan. Sudah saatnya kita kembali pada nilai Luhur kita. Saatnya kita memilih lagu yang lebih bersahabat dengan Jiwa sehat kita. Lagu yang bisa lebih menggugah dan menjunjung Nilai keindahan Jiwa kita. Lagu yang menyenandungkan keindahan Alam, Tuhan dan Nilai kemanusiaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar