SENANDUNG (LAGU) KEPRIHATINAN
Senandung
lagu berjudul “Hamil
Tiga Bulan” yang dibawakan oleh Tuty Wibowo, adalah lagu dangdut yang sering kita dengar di ruang-ruang dengar kita, di rumah ataupun terdengar di
jalan-jalan.
Kesan pertama, tentu asyik, menghibur dan lucu mungkin di pendengaran sebagaian
orang. Tanpa sadar kita telah disajikan satu pembelajaran yang masuk
dalam ruang dengar
kita itu dan kemudian masuk dalam pikir kita dan anak kita. Setiap
hari mendengar lagu itu sangat asyik dengan beat dangdut yang syahdu mendayu. Tak
ada sedikitpun pesan pendidikan disana. Yang terjadi justru kampanye kebebasan seks terselubung. Ada penanaman nilai negatif dalam diri anak-anak kita bahwa hubungan pra nikah (free sex) sebagai hal yang biasa.
Nilai
ini secara perlahan masuk dalam ruang kita hingga sang pelaku maksiat di negeri
ini malah menjadi raja yang terus disanjung dan dieluelukan kehadirannya. Hingga
ada diantara para pengidola yang mengatakan bahwa aura-nya sangat kuat. Dia adalah superstar yang sangat luar biasa.
Sungguh ini sangat memprihatinkan. Lalu apa artinya kita mendidik mereka,
anak-anak kita selama initentang mana yang bermoral dan mana yang tidak
bermoral? Itu karena lingkungan dan alam hokum kita telah terwarnai bahwa hal
semacam itu sudah wajar dan biasa. Apakah itu akan dibiarkan hingga batas yang
paling menjijikan sebagaimana free Sex
di barat.?
Ada juga lagu berjudul “Cinta Satu Malam” yang
dinyanyikan Miranda, isinya memang sangat umum dan berusaha menghindar dari
penilaian negatif, namun sesungguhnya ada pesan “anti moral” didalamnya. Ada pesan atau nuansa tentang pembiaran tanpa
batas sebab tafsir lagu itu menurut penulis lebih menjurus pada hubungan seks bebas yang dilakukan oleh orang-orang yang belum atau
tidak sah.
Penulis yakin bahwa jika cinta satu malam itu apa, tentu jawabannya akan muncul
dengan jawaban bahwa cintasatu malam itu adalah cinta bersama istri. Atau cinta
satu malam itu, adalah pertemuan dengan seorang wanita di suatu malam. Dan
karena itu lagu itu akan bebas dari tuduhan lagu negative. Karenanya saya
berharap ini bisa menjadi wacana bersama agar insane music juga lebih punya
tanggung jawab moral dalam membangun karya-karya yang sesuai norma dan nilai
masyarakat Indonesia.
Cinta satu Malam
Oh Indahnya. Cinta satu Malam, Selalu Akan Slallu kukenang, Slama lamanya. Bisa dengan PSK, atau bukan pasangan sahnya. Ada cinta hanya
terjadi satu malam dan akan dikenang selama-lamanya, tentu memiliki makna yang
sangat mendalam.Penulis meyakini akan multitafsir,
namun penulis juga merasa perlu mewaspadai pesan-pesan negative disana sebab
bisa jadi cinta satu malam itu adalah hubungan mendalam seseorang yang terjadi
dengan PSK. Atau hubungan itu terjadi dengan seseorang yang belum sah secara
agama atau aturan social kita. Sesuatu yang akan selalu dikenang adalah sesuatu
yang sangat mendalam. Dan sesuatuyang sangat mendalam adalah hal-hal yang
sangat mendasar dalam diri seperti menyangkut seksualitas, jika seorang wanita
terkait dengan keperawanan, jika seorang lelaki juga terkait dengan seksualitas
yang sebagaian masih menganggap tabu hubungan di luar nikah.
Tak kalah, Lagu Rock yang kita bisa dengar pun tak
terelak dari pesan-pesan yang mencederai rasa moral kita. Judul lagu “Rumah
Kosong Tujuh”
yang dibawakan satu grup rock besar negeri ini dengan sangat jelas meninggalkan pesan bahwa free seks sebagai satu hal
yang boleh saat orang tua tidak ada di rumah. Maka pasangan kekasih boleh
berbuat itu. Lagu Boomerang berjudul Isi “Dalam
Rok-Mu” meninggalkan pesan yang sama. Sudah sebegitu tak jelaskah
ukuran moral dan nilai di masyarakat kita? Di Amerika hal semacam ini
memang dibebaskan atau dianggap bisa. Lihat saja dalam flm-film karya mereka
yang nyata-nyata membawa pesan yang bertentangan dengan dasar moralitas kita.
Filem-filem
barat nyaris tak pernah lupa dari menyajikan realitas-realitas free seks itu
sebagai bumbu yang wajar untuk disisipkan dalam filem. Dan itu, filem-filem itu
beredar bebas di pasaran kita. Anak-anak kita atau masyarakat kita pun demikian
gampang untuk mendapatkannya, seiring pembajakan yang juga sangat terbuka alias
tak ada sangsi bagi para pelanggarnya.
Ironis
Dalam fenomena ini, tidak ada tanggung jawab untuk
sama-sama menjaga nilai moralitas. Pemerintah tutup mata, sebagaimana yang
biasa dilakukannya atas praktek kejahatan semisal korupsi yang juga sering
tutup mata. Di saat terpaan dekadensi moral yang mengkhawatirkan
itu, di saat yang sama kita bangsa Ini justru malah menyumbang kerusakan moral
ini. Alasan Komersial dimenangkan sebagai dalil bertahan dalam kehidupan yang
berat. Kenyataan ini makin menguatkan betapa moralitas yang kita damba seperti
“api jauh dari panggang”. Betapa perjuangan moral akan smakin berat. Betapa
akan semakin marak kerusakan moralitas yang akan berdampak pada kerusakan di aspek
yang lain.
Kontruksi sosial kita telah termakan pemikiran bahwa tidak
zamannya lagi lagu Balada yang menyenandungkan kisah kehidupan sebagaimana yang
ditulis atau dinyanyikan Ebiet G Ade
atau Iwan Fals bertema kritik social
atas kondisi negara. Kontruksi sosial hari ini lebih memilih tayangan lagu bisa
memenuhi aspek market yang tujuannya untuk memenuhi kesenangan sesaat. Terlebih
dengan murah meriahnya harga CD bajakan yang
dijual di pinggir-pinggir jalan. Lagu-lagu Koplo terjual bebas di Masyarakat
kita, lagu-lagu
yang terjual laris namun sesungguhnya bukan kualitas music aapalagi isi yang
terkandung dalam lagu sebab yang ingin dilihat adalahaksi panggung dari para
pembawa lagu itu yang bergoyang “erotis”. Sehingga yang laku sesungguhnya adalah gaya penyanyi atau goyangan sang penyangyi lebih digemari seorang
aki-aki di pinggir toko yang asyik memilih lagu-lagu Koplo.
Tidak ada pesan moral dalam lagu-lagu yang sebagaian saya
sebutkan diatas. Lagu Rhoma Irama yang dibangun
diatas
tema-tema ketuhanan pun berubah menjadi lagu komersiil yang hanya
bernilai sekedar goyangan sang penyanyi yang nyaris telanjang di panggung-panggung hiburan di sudut
kampong sana. Lihat saja cd-cd yang dijual murah di pinggir-pinggir
jalan. Masih banyak lagu atau karya serupa bahkan lebih memprihatinakan
ketimbang lagu-lagu tersebut.
Dalam hal ini kita tidak perlu menyalahkan siapapun
kecuali pada diri sendiri. Kedua adalah sistem dan serbuan pemikiran yang
sangat kuat di negeri ini. Ekspansi Budaya barat sangat besar berpengarudh di
negeri ini. Di tngkat bawah inilah yang terjadi lagu-lagu Koplo di kalangan
modernis kota betapa Ngedugem telah menjadi tradisi dan bagi yang jika tidak
melakukanya akan dinilai ketinggalan zaman.
Ini memang pekerjaan berat. Kehidupan negara tak beranjak
baik,
yang terjadi malah sebaliknya kerusakan dan kebobrokan moral terjadi
dimana-mana. Negara tak pernah sadar bahwa perlawanan sesungguhnya
adalah pada kelompok anti moral yang nyata-nyata telah menggerus nilai luhur
budaya sendiri. Betapa banyak anak-anak kita yang telah hamil di luar Nikah
belum lagi kasus pengaborsian yang melanda anak bangsa ini. Di Cilacap
ditemukan puluhan janin bayi dalam satu septitank. Ini bencana moralitas yang sangat luar bisa besar dan masif.
Adakah kaitanya dengan lagu-lagu ini dengan realitas
kerusakan moral yang ada disekitar kita. Tentu saja ada sebab entitas sosial
kita jalin berkelindan dan lagu itu setidaknya menggambarkan kontruksi sosial
itu. Memang banyak faktor penyebab kerusakan moral tapi lagu atau kesenian
meiliki peran startegis selain sebagai hiburan, lagu juga merupakan penyampai
pesan yang sangat efektif jika lagu tidak puny tanggung jawqab pembangunan
Moral maka akan sangat sulit upaya pembangunan Moralitas yang kita damba. Akan
seperti apa sesungguhnya kontruksi moralitas kita.
Ini adalah kegelisahan kita (untuk tidak sekedar
mengatakan ini hanya saya yang mengalami). Ini pekerjaan kita yaitu bagaimana
membenahi moralitas yang memprihatinkan.
Lagu-lagu atau karya kita seemstinya diarahkan untuk hal yang positif,
yaitu karya yang memicu penguatan moralitas, spiritualitas dan intelektualitas.
Lagu ini sesungguhnya adalah proses pendidikan
anti moral, yang sengaja disebarkan. Sudah saatnya kita kembali pada nilai
Luhur kita. Saatnya kita memilih lagu yang lebih bersahabat dengan Jiwa sehat
kita. Lagu yang
bisa lebih
menggugah dan menjunjung Nilai
keindahan Jiwa kita.
Lagu yang menyenandungkan keindahan Alam, Tuhan dan Nilai kemanusiaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar