INVESTASI TERBESAR
Pada bulan Juli sekolah sedang memasuki tahun ajaran baru. Orang tua berbondong-bondong
mengantarkan anaknya menuju ke sekolah terbaik yang jadi penilaianya. Sebuah kebanggaan apabila para orang tua mempercayakan
pendidikan pada sekolah yang telah dikonsep oleh seorang konseptor atau pemikir pendidikan yang baik, sebut saja pendidikan Islam atau
jika bukan Islam ada juga pendidikan kristen yang berbakti
sepenuhnya untuk membangun generasi terbaik. Bagi saya catatan penting bagi peserta didik adalah betapa pendidikan
agama adalah fundamen yang sangat penting. Karenanya tidak ada yang bisa kami
janjikan kecuali usaha pendidikan yang kami jalankan mudah-mudahan mampu
mencapai cita-cita terbentuknya pribadi yang utuh yaitu cerdas secara
emosional, intelektual dan spiritual.
Sungguh pendidikan adalah harga paling tinggi yang pernah kita keluarkan dari hajat kehidupan yang
kita punya. Pendidikan juga merupakan investasi paling produktif untuk masa
depan. Lahirnya anak soleh adalah investasi paling membanggakan. Sebagaimana
satu dari 3 amal yang membanggakan di dunia: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat
dan anak yang soleh yaitu anak yang mendoakan kedua orang tuanya.
Selamat datang di sekolah yang kami yakini ini sebagau
pendidikan terbaik. Sekolah yang telah kami tingkatkan pelayanannya yaitu
sekolah yang anda dan kita yakini mampu mengantar anak kita pada kedewasaannya,
mudah-mudahan Allah SWT senantiasa
memberkahi langkah dan upaya kita dalam menyelenggarakan pendidikan terbaik
untuk anak-anak kita. Amin. Kita banyak menaruh harapan besar pada anak-anak
kita agar ke depan mereka memiliki bekal yang cukup untuk meniti tahap-tahap
kehidupannya sebagai masuia dengan sukses.
Begitu banyak tantangan yang harus mereka hadapai dan temukan, teknologi yang gencar menerjang tak sedikit menjadi sangat
membahayakan dirinya. Lihatlah bagaimana televisi menyajikan paradoks kehidupan
yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai pembelajaran yang ideal yang mereka dapat dari gurunya. Acara-acara
hura-hura, tidak sedikit dialog dan perilaku tidak mendidik dipertontonkan
dalam acara yang dalam suatu survey mendapat rating yang cukup tinggi. Meskipun
demikian, acara tersebut sering mengabaikan aspek pendidikan untuk anak.[1] Tak sedikit wajah politikus dan orang yang mengaku dirina negarwaman sama sekai tidak
memperihatkan karekater dirinya yang negarawan bahakan mereka seperti seorang
preman pasar.
Kita orang tua dan guru berada di wilayah atau zona yang sangat mengerikan dan mencekam dalam ketakutan. Sedih melihat anak-anak kita yang tak sedikit berada di
tepi jurang curam yang
tiba-tiba akan bisa mencelakakannya. Alih-alih
anak-anak mendengar semau nasehat kita tentang kondisi mereka yang ada dalam
bahaya. Tak sedikit mereka jusru menertawai kita saat kita
memperingatkan mereka akan bahaya jurang
yang ada di depan matanya itu. Ini sunguh sangat sulit. Tapi ini juga
sekaligus realita yang harusnya mendewasakan kita.
Menilai anak salah dan menilai mereka tak mampu mengikuti proses
pembelajaran yang kita lakukan juga salah Semua harus dilihat dalam cara pandang
yang luas.. Tantangan yang mereka hadapi bukan semata pada
bagaimana menghadapi atau mengtalahkan emosi dalam dirinya. Melainkan grand
design tentang pengikisan terhadap budaya sendiri dan hendak diganti dengan ide
yang anti Ketimuran (baca: keindonesiaan)
Menyalahkan guru tidak kreatif dan tak ada inovasinya jauh
lebih salah. Sebab semua problematika pembelajaran di negeri ini harus dilihat
secara menyeluruh. Tidak pula bisa kita menyalahkan anak sebab anak-anak kita
ibarat kertas putih yang akan kita isi apa kertas putih sangat tergantung pada
kita. Dalam Islam seorang anak bisa menjadi nasrani atau majusi sangat
bergantung pada orang tuanya yang membentuknya. Bersikap dewasa dan lebih
elegan melihat mereka rasanya memang satu-satunay cara mensikapinya.
Bersikap bijak bahwa anak kita adalah anak yang sedang
tumbuh dengan
kreatifitas di tengah perubahan yang sangat luar biasa besar dalam paradigma
dunia pendidikan. Gelombang perubahan paradigm dan ilmu pengetahuan itu nyaris tak bisa kita mengantisipasinya. Tak sedikit dari kita malah menjadi orator dan juru kampanye bagi ide-ide kebudayaan barat itu.
Mereka anak-anak kita berada di titik yang
mengkhawatirkan itu. Memaksa mereka keluar mereka dari lingkaran setan ilmu pengetahuan
juga bukan perkara mudah. Yang terjadi sebaliknya mereka telah menjadi sangat
menderita dan terluka. Dampak ilmu pengetahuan dan teknologi justru telah
menghancur leburkan bukan hanya kita tapi juga anak kita yang kita sendiri tak
punya waktu dan kesempatan banyak untuk mendidiiknya secara sempurna atau
bahkan kita telah pasrah menyerah dan kehabisan ide untuk mendidiinya.
Kawan, ingatlah bahwa mereka sedang berada pada posisi
jurang kejatuhan yang akan menghancurkan dirinya sendiri. Kita hanya bisa berteriak
atau bicara pelan-pelan bahwa de depan mereka ada jurang terjal. Atau ada
lubang dalam yang akan segera menyakiti mereka bahkan mematikan.
Anak didik kita dan juga kita sendiri sedang dikurung
atau dikepung oleh musuh mengerikan bernama materialisme yang anti moral bahkan anti Tuhan. Adanya
unsure-unsur manusia tercerabut dari akar yang sesungguhnya. Inilah musuh kita
yang sebenarnya. Sambil tetap menjaga pendidikan Moral dan Budi Pekerti yang
hingga saat ini terabaikan. Kita juga harus menghadapi pemikiran barat yang
anti Moral dan Anti Tuhan itu. Sesudahnya barulah kita bicara pendidikan
moralitas bahkan kita tidak perlu berlelah-lelah dengan ajaran moral sebab
terbentuknya Moralitas yang kita harapkan terwujud dengan sendirinya bersama arus besar pemikiran yang
kita bangun secara kuat dan logis.
[1][1] Laporan KPI terhadap penampilan beberapa presenter
acara-acara talkshow yang berlebihan dan mengabaikan aspek perkembangan
moral anak.
Slot Review: Is Slots Casino Site Scam or Safe?
BalasHapusSlots Casino is an online betting site owned and luckyclub.live operated by the same owner as the UK's UK Gambling Authority (UKGC), so we have been able to check the website